Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas Reguler A dan Reguler B, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada 7–9 Agustus 2026 di Desa Baja Kuning, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Pendidikan Islam Era Digital: Pelatihan AI (Artificial Intelligence) untuk Pendidik dan Penguatan Karakter Generasi Muda di Kecamatan Tanjung Pura.” Kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi akademik mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Pelaksanaan pengabdian ini berfokus pada peningkatan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai salah satu sarana pendukung pembelajaran. Pemanfaatan teknologi AI diharapkan dapat membantu pendidik mengembangkan materi ajar, merancang aktivitas pembelajaran yang kreatif, serta menciptakan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Selain memberikan perhatian terhadap pengembangan kompetensi digital pendidik, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda. Di tengah kemudahan akses informasi dan perkembangan teknologi, generasi muda perlu dibekali dengan nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan menggunakan teknologi secara bijak dan beretika.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Magister PAI berupaya mendorong pemahaman bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai agama dan pembentukan karakter. AI tidak hanya dipandang sebagai perangkat teknologi, tetapi juga sebagai sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan selama penggunaannya tetap memperhatikan etika, kejujuran akademik, serta nilai-nilai Islam.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di Desa Baja Kuning, mahasiswa diharapkan mampu membangun hubungan yang konstruktif antara perguruan tinggi dan masyarakat serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam di tingkat lokal.
Melalui kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, mahasiswa Magister PAI kelas Reguler A dan Reguler B FITK UINSU berharap dapat meningkatkan kesadaran pendidik dan masyarakat akan pentingnya penguasaan teknologi yang disertai dengan penguatan karakter. Dengan demikian, transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecakapan teknologi, tetapi juga pada pembentukan generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman berlandaskan nilai-nilai Islam.




